Cara Kerja Mesin Fotocopy

Geografiana.com – Mesin fotocopy adalah suatu alat yang hadir di dalam kehidupan sehari-hari yang digunakan untuk membantu kebutuhan dan keperluan manusia pada aktivitas sekolah, administrasi, perkantoran, dan lain-lainnya.

Mesin fotocopy tidak asing lagi didengar karena memang banyak orang yang menggunakannya untuk memperbanyak atau menggandakan sebuah dokumen atau tulisan-tulisan lain dengan waktu yang lebih efisien dan cepat.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini mesin fotocopy tidak hanya digunakan untuk memperbanyak, akan tetapi pengguna juga bisa digunakan untuk print, scan, dan fax.

Meski sering menggunakannya namun banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana cara kerja dari mesin fotocopy.

Cara kerja dari mesin fotocopy tidak lepas dari bagian-bagian yang ada didalamnya. Bagian bagian tersebut yaitu drum fotoreseptor, korona kabel, toner, cahaya refkektor, dan fuser.

Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan mengenai cara kerja mesin fotocopy. Drum pemutar akan dibebankan dengan korona kawat yang memiliki tegangan tinggi.

Kabel korona akan bekerja jika diberikan tegangan yang tinggi lalu medan yang bermuatan positif akan ditransfer ke drum fotoreseptor.

Drum fotoreseptor ini memiliki sebuah lapisan yang dibuat dari bahan fotokonduktif atau semikonduktor yang nantinya akan menjadi konduktif apabila terkena cahaya.

Kertas maker yang akan difotocopy akan disinari, diterangi, dan dipindai oleh cahaya reflektor. Lalu cahaya itu akan diteruskan pada permukaan drum fotoreseptor yang fotokonduktif.

Daerah drum fotoreseptor yang tidak terkena cahaya akan memiliki muatan negatif sehingga menghasilkan gambar laten listrik pada permukaan drum fotoreseptor.

Toner merupakan suatu cairan pigmen yang terbuat dari campuran kering partikel dari sebuah plastik yang halus dan yang memiliki muatan positif yang akan mengembangkan gambar atau menduplikat gambar saat gambar tersebut diterapkan pada drum, kemudian benda ini akan ditarik dan menempel pada daerah hitam atau daerah yang memiliki muatan negatif.

Sedangkan di tempat lain kertas kosong diletakkan pada mesin fotocopy. Lalu kertas kosong itu akan bergerak ke drum fotoreseptor, saat kertas itu berjalan maka kertas itu akan diberikan muatan positif yang kuat.

Gambar yang dihasilkan toner pada permukaan drum fotoreseptor akan ditransferkan pada kertas yang memiliki muatan positif yang kuat atau muatan yang lebih tinggi daripada drum fotoreseptor. Sehingga partikel toner yang bermuatan negatif akan tertarik dan duplikat dari gambar kertas maker akan terbentuk pada kertas kosong.

Selanjutnya merupakan tahap terakhir, pada tahap ini sebelum kertas duplikat dikeluarkan, toner akan dilebur dan terikat pada kertas dengan menggunakan rol panas dan juga tekanan yang dihasilkan oleh fuser atau sepasang rol panas.

Fuser akan memberikan dan memasok panas serta tekanan sehingga partikel partikel toner akan terpasang secara permanen pada permukaan kertas duplikat.

Hal inilah yang sering kita temui saat selesai melakukan fotocopy, yaitu kertas salinan akan terasa hangat.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *